PKS: Tak perlu buang waktu tentukan wagub DKI

REPORTED BY: Insan Praditya

PKS: Tak perlu buang waktu tentukan wagub DKI Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasir Djamil

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasir Djamil mengatakan tak perlu lama-lama untuk menentukan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Sebab, menurutnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membutuhkan teman untuk mengelola Ibu kota.

"Pak Anies itu kan butuh teman sehingga dia tidak sendiri mengelola DKI apalagi DKI ini rumit. Banyak hal yang terjadi di DKI dan DKI kan miniatur Indonesia," kata Nasir saat ditemui wartawan di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (19/02/2019).

Nasir mengatakan hal-hal teknis dalam seleksi Wagub DKI yang masih dipertanyakan hanya mengulur-ngulur waktu. Ia mengatakan hal itu harus dibicarakan dan disepakati bersama.

"Kalau memang ada hal teknis dipertanyakan menurut saya itu seperti orang buying time. katakan saja maunya apa. Dan apakah ini sudah sesuai dengan kesepakatan atau pembicaraan, monggo dilaksanakan," ujarnya.

Saat ditanya siapa pihak yang ingin melambatkan pemilihan Wagub DKI Jakarta, Nasir enggan menyebutkan orangnya. Namun, ia menilai apa yang dilakukan pihak-pihak tersebut sangat kontraproduktif.

"Siapapun lah saya ga mau sebut siapa tapi siapapun yang merasa ingin melambat lambatkan ini dengan alasan-alasan yang sifatnya teknis menurut saya itu kontraproduktif," tuturnya.

Selanjutnya, Nasir menduga masyarakat akan curiga apabila penetapan Wagub terlalu lama, karena hal-hal seperti ini sudah diatur dalam undang-undang.

"Kalau lama-lama seperti ini nanti orang bilang 'kok hal-hal seperti ini lama sekali, bodoh sekali' semua udah diatur, undang-undang udah atur, pembicaraan sudah, kok bisa lambat seperti ini," pungkasnya.

Sebelumnya, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta sudah mengumumkan calon wakil Gubernur DKI Jakarta yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.

Anggota tim panelis, Ubedilah Badrun mengatakan dari tiga calon wagub, dua kandidat tersebut sudah memenuhi kriteria memulai seleksi fit and proper test.

"Kami melihat di antara yang tiga itu orang-orang terpelajar sehingga cara pandang yang baik. Tapi kita cari mana kelemahannya sedikit dari 3 itu karena kami mencari 2, maka muncullah dua itu, itu yang kami anggap kelemahannya lebih sedikit," kata Ubedilah beberapa waktu yang lalu.

Golkar akan rapat internal terkait Erwin Aksa dukung Prabowo-Sandi
Politisi Golkar ini dukung Prabowo-Sandi demi sahabat
DPR: Investor berlarian ke luar karena tingginya ongkos produksi
Seberapa narsis dirimu?
Komisi I imbau masyarakat laporkan TNI yang tidak netral
Kubu Jokowii minta Sandiaga realistis dalam membuat program
Kubu Jokowi: Ujian Nasional harus dipertahankan
Aksi ambil untung buat IHSG rentan terkoreksi
Fadli Zon nilai ujian nasional tak selesaikan persoalan standardisasi pendidikan
KPU nilai debat ketiga lebih kondusif dibanding debat kedua
Golkar nilai debat cawapres tak seimbang, Ma'ruf Amin jauh lebih menguasai
Kubu Prabowo nilai Ujian Nasional pantas dihapus
Allah lebih memihak perempuan?
Politisi Demokrat desak audit lingkungan di Pulau Wawonii dan Kabaena
Bautista kembali menangi balapan kedua WSBK Thailand
Fetching news ...