Ketua PA 212 jadi tersangka, ini kata Kubu Jokowi

REPORTED BY: Insan Praditya

Ketua PA 212 jadi tersangka, ini kata Kubu Jokowi Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Palte

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Palte mengatakan sejumlah pihak yang melakukan kegiatan politik dengan mengangkat isu-isu yang cenderung melawan aturan, tentu akan ditindak secara hukum. Ia mengatakan dalam kasus pelanggaran Pemilu, seseorang harus paham aturan yang berlaku.

Hal itu disampaikan Johnny menanggapi kasus Ketua PA 212 Slamet Ma'arif yang ditetapkan sebagai tersangka karena melanggar undang-undang Pemilu.

"Jadi kalau ada pelanggaran hukum ada tindakan hukum, kalau tidak ada pelanggaran hukum ya tidak ada tindakan hukum. Jadi simple kepada semuanya kami tentu berharap paham aturan, jangan melanggar rambu-rambu aturan sehingga tidak perlu ada masalah hukum," kata Johnny saat ditemui wartawan di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (11/02/2019).

Johnny mengatakan pihak-pihak yang saat ini melanggar aturan hukum, tentu akan ditindak sesuai aturan yang berlaku. Ia mengatakan TKN mendukung hal itu supaya semua pihak menjadi tertib hukum menjelang Pemilu 2019.

"Bagi yang melanggar hukum maka akan diterapkan tindakan hukum sesuai undang-undang dan aturan yang berlaku. Dan untuk itu harus kita dukung supaya apa? supaya ada tertib hukum. Apalagi dijelang pemilihan serentak yang sangat penting pemilihan presiden dan pemilihan anggota DPR," ujarnya.

Selanjutnya, Johnny menilai kasus yang menimpa Slamet Maarif bukan bagian dari kriminalisasi ulama. Ia menegaskan tidak ada kriminalisasi kepada siapapun di era pemerintahan Joko Widodo. Menurutnya, hal itu merupakan penerapan hukum terhadap tindak pidana kepada siapapun baik itu rakyat biasa ataupun tokoh-tokoh panutan.

"Tidak ada itu kriminalisasi ulama itu tidak ada tidak ada kriminalisasi kepada siapapun diera pak Jokowi ini. Yang ada apa? penerapan hukum terhadap tindak pidana siapapun, oleh petinggi, rakyat biasa, oleh pejabat politik, oleh tokoh-tokoh panutan, tokoh agama atau umat sama perlakuannya dihadapan hukum," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua PA 212, Slamet Ma'arif ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Resor Kota Surakarta. Slamet dijerat dengan sangkaan melakukan kampanye di luar jadwal yang sudah ditetapkan oleh penyelenggara Pemilu, sebagaimana diatur dalam Pasal 521 atau Pasal 492 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Waka Polresta Surakarta AKBP, Andy Rifai mengatakan peningkatan status Slamet Ma'arif menjadi tersangka, setelah penyidik Polresta Surakarta, Jawa Tengah melakukan serangkaian gelar perkara pada Jumat (08/02/2019).

"Dari hasil gelar yang dilakukan penyidik, Jumat itu ditingkatkan ke tersangka," kata Andy beberapa waktu yang lalu.

Slamet Ma'arif tegaskan akan bersikap kooperatif pada pemeriksaan selanjutnya
Jokowi dilaporkan ke Bawaslu, TKN : Gimmick politik saja
Kubu Jokowi: Tema debat ketiga Ma'ruf Amin jagonya
Demonstran ancam duduki KPK jika tak minta maaf ke Enembe
PDIP sebut biaya kampanye Jokowi di Pilgub DKI Jakarta untuk iklan Prabowo
Kubu Jokowi nilai kubu Prabowo inkonsisten soal penguasaan lahan
DKPP berhentikan tiga penyelenggara Pemilu
Bamsoet: Milenial jadi target perang proxy narkoba
Depak Dani Pedrosa, CEO KTM sebut pikiran Honda dangkal
Peneliti LIPI beber fungsi ulama sebagai jembatan nilai positif di Pemilu 2019
Refleksi Hari Keadilan Sosial Sedunia bagi perempuan
IHSG diprediksi menguat ke 6.500
Gerindra: Prabowo bukan penguasa lahan negara
PKS: Tak perlu buang waktu tentukan wagub DKI
Fadli Zon tuding Jokowi bohong terkait impor jagung
Fetching news ...