Dituding kelola negara ugal-ugalan, Kubu Jokowi sebut lawan pesimistis

REPORTED BY: Insan Praditya

Dituding kelola negara ugal-ugalan, Kubu Jokowi sebut lawan pesimistis Juru Bicara Tim Kampanye Nasional, Ace Hasan Syadzily

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Ace Hasan Syadzily angkat bicara terkait pernyataan kontroversial Prabowo Subianto yang mengatakan Pemerintahan saat ini ugal-ugalan mengelola negara. Ace mengatakan sebaik apapun yang dilakukan presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Menteri kabinet kerja tetap dinilai negatif. Menurutnya, lawan politik selalu melihat dari perspektif yang pesimistik.

"Kalau melihat Indonesia masa depan dengan melihatnya dari  prespektif yang pesimistik, maka pasti penilaiannyapun tak akan obyektif. Sebaik apapun yang dilakukan pemerintahan Jokowi, akan dinilainya secara negatif," kata Ace saat dihubungi rimanews, Rabu (17/10/2018).

Ace juga menyebut Prabowo tak seharusnya meniru slogan presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sebab, menurutnya Indonesia adalah bangsa menuju kearah yang lebih maju.

"Terlalu berlebihan menilai persoalan miskoordinasi dalam pengelolaan pemerintahan dikaitkan dengan ugal-ugalan. Karena apa yang dilakukan Presiden Jokowi sudah sesuai dengan track menuju Indonesia Maju sebagaimana visi & misi kami," ujarnya.

Ace mengatakan kepimpinan Jokowi telah menunjukkan kelasnya sebagai negara yang siap memimpin sebagaimana cita-cita bangsa. Seperti saat Jokowi berpidato dalam sidang IMF-World Bank di Bali.

"Pidato Presiden Jokowi bukan saja memukau dunia, tapi sarat dengan pesan moral bagi ketertiban dan perdamaian dunia melalui diplomasi ekonomi," katanya.

Selanjutnya, Ace berharap Presiden Jokowi terus menunjukkan kerja kerasnya untuk rakyat. Oleh karena itu, Indonesia menjadi negara yang maju dan sejahtera.

"Tak perlu banyak beretorika, bicara berapi-api, menjual janji dan fiksi yang pesimistik, apalagi ikut-ikuatan menebar kebohongan," pungkasnya.

Sebelumnya, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengeluarkan pernyataan yang kontroversial yang menyebut pemerintahan saat ini ugal-ugalan dalam mengelola negara. Ia mengatakan kabinet kerja riuh dan saling tuding.

Empat tahun terakhir kita melihat bagaimana sebuah keputusan bisa dengan mudah direvisi atau dibatalkan tanpa memikirkan dampak hingga rakyat bawah. Hukum menjadi alat tawar menawar politik tanpa pernah mempedulikan rasa keadilan.

Menututnya, lawan politik terus menyaksikan bagaimana riuhnya kabinet kerja, akibat saling tuding antar kementrian dan lembaga negara. Perlahan-lahan mimpi untuk mengembalikan kejayaan Indonesia luntur oleh cara ugal-ugalan dalam mengelola negara," kata Prabowo dalam sebuah tulisan di akun Facebook-nya, Prabowo Subianto, Selasa (16/10/2018).

Dalam tulisan di Facebooknya, Prabowo juga menyindir orang-orang yang pernah memberikan pernyataan terkait pernyataannya "Make Indonesia Great Again". Ia curiga ada sesuatu dibalik pernyataan miring beberapa orang atas ucapannya.

"Make Indonesia Great Again atau Mengembalikan kejayaan Indonesia bukanlah retorika yang perlu diperdebatkan tetapi sebuah tanggung jawab yang diberikan oleh para pendiri bangsa untuk kita. Jika mereka, para pendiri bangsa bisa mengubah nasib bangsa yang telah dijajah selama ratusan tahun maka kita seharusnya mampu mengubah nasib rakyat yang semakin tidak menentu di hari-hari belakangan ini. Insyaallah, kerja besar itu adalah sebuah kehormatan untuk kita semua," pungkasnya.

Dituduh Megawati tak punya visi-misi, PKS: mustahil dong
Fahri Hamzah dorong pemuda keliling dunia
PKS usul kubu Prabowo-Sandi duduk bersama
PPP muktamar dukung Prabowo-Sandi
Fahri minta Prabowo tak kendor kritik Jokowi
KPK didesak periksa politisi PAN terkait percaloan anggaran daerah
Kubu Jokowi sebut tim ekonomi Prabowo lemah
Fahri Hamzah prihatin dengan kubu Prabowo
Ingin selamat, Parpol lain bisa tiru Demokrat
Kubu Jokowi: kita tak terjebak diksi kubu sebelah
Perindo nilai sosok Jokowi tak identik dengan PDIP
Parlemen Eropa minta AS batasi ekspor senjata ke Arab Saudi demi HAM
Ini kata Bamsoet soal humas Polri
Fahri Hamzah komentari seleksi CPNS di timur Indonesia yang rumit dan panjang
Archandra beber strategi jual blok migas Indonesia
Fetching news ...